Hermanto menambahkan, dengan menjunjung tinggi HAM, mereka tidak hanya menghormati setiap individu tetapi juga membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan.
“Kami percaya bahwa HAM harus menjadi prioritas. Dengan begitu, kita bisa menciptakan kota yang beradab dan saling menghormati,” ujar Hermanto.
Sebagai langkah konkret, Hermanto mengungkapkan bahwa TSM-MO akan membangun sistem yang mendukung penegakan HAM di semua sektor. Salah satu inisiatif awal adalah membentuk tim pemantau HAM yang melibatkan perwakilan masyarakat, akademisi, dan organisasi non-pemerintah.
Komitmen ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran dan penerapan HAM dalam pelayanan publik, sekaligus menciptakan Parepare sebagai kota yang inklusif dan berkeadilan. (d11/dlk#)










