Penegasan sama diungkap Ketua PKS Parepare, Muh Samsir Husain, bahwa tidak ada alasan mendasar untuk mengganti Pj Wali Kota saat ini. “Apalagi masa jabatan beliau belum berakhir. Jadi diindikasi ada kepentingan politik tertentu di sini untuk mengganti Pj Wali Kota,” tekan Samsir.
Dia menilai Akbar Ali selama ini sudah menunjukkan netralitasnya, menginstruksikan jajaran ASN untuk netral, serta memposisikan dirinya sebagai Pj Wali Kota yang baik mengayomi semua kalangan. “Jadi kami minta sebaiknya Mendagri membatalkan dulu SK pergantiannya. Biarkan beliau melanjutkan tugas-tugasnya sampai berakhir masa jabatannya. Bahkan kalau perlu sampai selesai Pilkada untuk memastikan situasi aman dan kondusif tetap terjaga,” pinta Samsir.
Hal sama ditekankan Ketua PSI Parepare Syamsul Rijal Madani. Dia menilai pergantian Pj Wali Kota tidak relevan untuk kondisi saat ini. Yang pastinya akan menimbulkan gejolak dan dinamika. Penggantinya pun nanti masih butuh penyesuaian di saat memasuki tahapan-tahapan penting Pilkada.
“Apalagi kami menilai kinerja Pak Pj Wali Kota saat ini sudah luar biasa. Kami dari PSI, partainya anak muda merespons positif karena Parepare hari ini ramah dengan banyaknya kegiatan. Kegiatan-kegiatan oleh Pj Wali Kota itu berdampak pada menggeliatnya industri kreatif anak muda di Parepare,” kata Rijal.
Sementara legislator Hanura Sri Tanty, selain menegaskan penolakan pergantian Pj Wali Kota, juga mengisyaratkan akan turunnya sejumlah massa ke jalan untuk menyuarakan penolakan yang sama.
Dukungan kuat untuk penolakan pergantian Pj Wali Kota itu turut disuarakan oleh tokoh masyarakat yang merupakan Ketua Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Parepare, H Syamsul Latanro (HSL).
HSL menilai pergantian Pj Wali Kota saat ini justru adalah keputusan yang gegabah di tengah berlangsungnya proses Pilkada.
“Seharusnya Mendagri menjaga agar proses Pilkada yang berjalan saat ini agar tetap aman dan kondusif. Pertahankan Pj Wali Kota yang sudah menjaga proses Pilkada berjalan baik, aman kondusif, dan sudah menunjukkan netralitasnya. Dan yang mengkhawatirkan adalah Pj Wali Kota pengganti nantinya adalah pesanan dari salah satu paslon tertentu, dan itu akan membuat situasi menjadi tidak kondusif,” tandas HSL. (d11/dlk#)











