Nantinya, kata dia, dokumen formulir akan diserahkan ke DPW setelah dilakukan verifikasi. Dan keputusan terkait calon yang akan diusung, akan ditentukan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.
Selain melihat hasil survei calon, kata Jamaluddin, juga akan dilakukan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan), untuk memastikan kapasitas dan kemampuan seluruh calon nantinya.
“Karena tidak sebatas finansial dan elektabilitas saja dalam memenangkan pilkada. Tapi yang tak kalah penting, manegemen dalam memimpin Parepare ke depan. Baik dari segi pembangunan infrastruktur, SDM maupun terkait lapangan kerja. Itulah pentingnya visi misi calon turut dilampirkan dalam berkas pengembalian formulir sebagai pertimbangan,” Jamaluddin memaparkan.
Sebelumnya, Jamaluddin juga mengakui, ada histori antara PPP dengan TQ, pada pilkada 2013 lalu. Saat PPP, menjadi salah satu partai pengusung Ketua IKA UNHAS Parepare tersebut.
Di mata PPP, kata Jamaluddin lagi, TQ dinilai cerdas dan memiliki kapasitas. “Saya kira, Pak Taqyuddin orang yang cerdas, dan tentu punya kapisatas,” ujarnya.
Sementara TQ mengatakan, keseriusannya mengendarai PPP ditandai dengan pengembalian berkas formulir yang diantarnya sendiri, didampingi para sahabat.
TQ bahkan berkeyakinan, jika dia bisa bersama PPP pada pilkada tahun ini. “Jawaban itu sudah ada di hati saya,” kata Ketua IKA Unhas Parepare ini.
Maju pada Pilkada Parepare 2024, kata TQ, dirinya ingin membawa arus besar berubahan, agar masyarakat Parepare lagi tak sebatas menjadi penonton, tapi turut menjadi pemeran dalam pembangunan.
“Harus ada keadilan sosial. Memajukan Parepare tanpa mengesploitasi masyarakat, agar masyarakat turut menjadi pelaku, bukan penonton,” ujar Ketua Dewan Pakar Icmi Parepare.
Diakhir sambutannya, mantan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Parepare dua priode ini mengatakan, PPP menjadi bagian dari masa lalu, masa kini, dan masa depan dirinya. “PPP saya anggap sebagai rumah sendiri,” tandasnya. (d11/dlk#)











