PAREPARE, DELIK.ID — Keterbatasan stok Minyakita yang belakangan terjadi di Kota Parepare disebabkan oleh terbatasnya pasokan dari produsen. Meski demikian, Perum Bulog Cabang Parepare memastikan persediaan minyak goreng subsidi tersebut masih aman hingga akhir Juni 2026, Kamis (25/6/2026).
Wakil Pemimpin Cabang Bulog Parepare, Muhammad Fajrin Ardinata, menjelaskan bahwa Bulog bukan produsen Minyakita, melainkan hanya bertindak sebagai distributor. Karena itu, ketersediaan stok sangat bergantung pada pasokan yang diterima dari produsen.
“Pasokan Minyakita yang kami distribusikan berasal dari PT TSL di Pasangkayu. Saat ini memang terjadi keterbatasan pasokan dari produsen ke berbagai distributor, termasuk Bulog,” ujarnya.
Menurutnya , sejumlah faktor menjadi penyebab terbatasnya produksi Minyakita, di antaranya ketersediaan bahan baku minyak sawit mentah (CPO) serta meningkatnya harga bahan kemasan plastik.
Selain itu, berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 22, Bulog hanya memperoleh alokasi distribusi sebesar 35 persen dari total penyaluran Minyakita. Sementara 65 persen sisanya didistribusikan melalui distributor lain.
“Dalam satu kali pengiriman kami biasanya menerima sekitar 10.200 liter atau setara satu truk. Namun jumlah itu masih belum mampu memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat Parepare,” katanya.
Untuk memastikan minyak goreng subsidi tetap dapat diakses masyarakat, Bulog menyalurkan Minyakita secara terfokus melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pasar rakyat yang telah ditetapkan sebagai titik penjualan resmi.
Fajrin menjelaskan, keterbatasan sumber daya pengawasan membuat Bulog tidak menyalurkan Minyakita ke seluruh pasar yang ada. Karena itu, Minyakita yang ditemukan dijual di luar lokasi resmi belum tentu berasal dari distribusi Bulog.











