Dalam konteks pembelajaran, alat inijuga dapat digunakan untuk merencanakan dan mengelola proyek pembelajaran, memantau kemajuan, dan mengevaluasi hasil.
“Dengan memanfaatkan PPM tools online, siswa dapat belajar cara mengelola proyek dan mengembangkan keterampilan penting seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama tim,” papar dia.
Dengan berdiskusi tentang topik ini, siswa di SMP 1 Watangsoppeng dapat memahami bagaimana PPM tools online dapat digunakan dalam konteks pembelajaran dan bagaimana mereka dapat memanfaatkannya untuk pembelajaran aktif.
“Tujuan akhirnya adalah untuk membantu siswa menjadi pelajar yang lebih mandiri dan efektif,” ucapnya.
Inovasi “Komunitas Belajar Coffe Break” tambah dia adalah contoh bagaimana SMP 1 Watangsoppeng berusaha untuk memberikan siswa kesempatan belajar dan berkembang dalam lingkungan yang mendukung dan inovatif.
“Ini juga menunjukkan komitmen sekolah untuk memanfaatkan teknologi dalam pendidikan dan membantu siswa mengembangkan keterampilan abad ke-21,” tandasnya. (sgh/dlk**)











