Namun, kata dia, hasil dari upaya-upaya peningkatan ketersediaan kebutuhan dasar air bersih masyarakat itu tidak lepas dari instruksi dan arahan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe.
Dalam kunjungannya, anggota DPRD Soppeng menyampaikan apresiasi dan dukungan mereka terhadap upaya PAM Tirta Karajae Parepare.
Mereka menganggap langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan air minum daerah ini sebagai contoh yang patut diikuti oleh daerah lain dalam menghadapi masalah serupa.
Kunjungan kerja ini juga menjadi forum penting bagi pertukaran pengalaman dan pembahasan ide-ide yang dapat membantu daerah-daerah lain dalam mengatasi masalah air bersih.
“Tadinya kunjungan kerja kami untuk konsultasi terkait pengelolaan tunggakan pelanggan PDAM, tapi setelah mendengar pemaparan direktur, sepertinya (PAM) Parepare menjadi contoh bagi Soppeng,” ujar Riswan, Wakil Ketua DPRD Soppeng.
Riswan mengaku PAM Tirta Karajae telah berhasil dalam memaksimalkan sumber air baku yang terbatas dibandingkan Soppeng dengan air baku yang melimpah.
“Kami juga heran dengan sumber air baku yang dimiliki Soppeng, cukup melimpah namun masih belum maksimal. Sebagai contoh air baku Ompo saja bisa untuk pelanggan kota, belum sumper air permukaan lain,” katanya.
Hal yang sama disampaikan Anggota Komisi III DPRD Soppeng Muhammad Ihsan. Dia menambahkan hasil konsultasi dari kunjungan kerja tersebut nantinya menjadi bahan masukan untuk perbaikan manajemen PDAM Soppeng.
“Kita berharap hasil kunjungan ini dapat menjadi masukan yang baik untuk menata pengolahan dan manajemen distribusi air bagi manajemen Kabupaten Soppeng,” ungkap Muh Ihsan. (d11/dlk#)











