“Kita harus bangga karena batik merupakan kekayaan budaya bangsa kita. Selain itu, batik juga punya sejarah tersendiri yang digunakan sebagai media dakwah Islam di Indonesia, seperti di Pulau Jawa, setelah Demak, kerajaan Islam di tanah Jawa berdiri. Termasuk Wali Songo. Bahkan KH Ahmad Dahlan mengajarkan Islam di desa Kuman, Yogyakarta dengan konsisten mengenakan sarung batik, lalu para santri menggunakan blankon (penutup kepala) batik juga,” ungkap ERAT, akronim nama Ketua DPD II Partai Golkar Parepare ini.
Penasihat Perkumpulan Pendidik Bahasa Daerah Indonesia (PPBDI) Kota Parepare ini juga mengungkapkan batik sebagain kebangaan bangsa. “Kita bangga Batik mrnjadi identitas dan keluhuran bangsa kita yang telah diakui oleh UNESCO. UNESCO menetapkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau warisan budaya tak benda pada sidang UNESCO di Abu Dhabi pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu,” detail wanita yang dikenal hobbi menulis, membaca, hingga mengoleksi buku-buku ini. (d11/dlk#)











