Sementara, Ketua Umum ISMI, Ali Akbar Habibie menjelaskan, penyelenggaraan Mihrab yang pertama kali dilakukan di Makassar ini menjadi gambaran kekuatan para saudagar suku Bugis, Makassar, dan suku lainnya dalam dunia perdagangan dan perantauan di seluruh dunia.
Dengan semangat itulah, kata dia, kegiatan ini menjadi wadah bagi para saudagar muslim Indonesia dan dari berbagai negara lainnya untuk bisa mencari peluang kerjasama.
“Memang benar apa yang sudah disampaikan tadi secara langsung maupun tidak langsung. Makassar, orang orang yang ada disini dari berbagai suku Bugis, Makassar, dan suku lainnya memang dari dulu sudah aktif dengan perdagangan, perantauan, dan misinya ke seluruh dunia,” pungkasnya. (d11/dlk#)











