Kordinator tim Satuan Tugas percepatan penurunan stunting, Muhammad Hamzih mengatakan program pola asuh melibatkan pejabat Pemprov untuk melakukan pendampingan yang dicanangkan Pj Gubernur dalam rangka percepatan penurunan stunting dan penurunan kemiskinan ekstrim dinilai sangat efektif.
Banyaknya permasalahan yang dihadapi provinsi Sulbar, seperti kualitas SDM yang masih rendah angka kemiskinan ekstrim yang masih tinggi dan stunting harus menjadi perhatian serius semua pihak.
“Mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrim diperlukan upaya keras dan dukungan seluruh pihak untuk menekan angka kemiskinan ekstrim dan stunting, kolaborasi dan sinergi merupakan kunci mengintervensi keduanya,” kata Hamzih.
Hamzih juga mengatakan, melalui tim percepatan stunting timnya telah melakukan intervensi pada dua lokus yaitu Desa Sumare dan Desa Rangas.
“Melalui data desa presisi dilakukan dikembangkan 37 ibu hamil anemia, 23 balita enderwig, 105 wig dan 153 wisting dengan jumlah 316 jiwa yang harus diintervensi melalui program pola asuh,” ujarnya.
Beberapa program yang kini dilakukan sesuai arahan Pj Gubernur yaitu melakukan percepatan penurunan stunting, kordinasi data juga dilakukan dengan melihat data desa desa presisi, melakukan intervensi dengan menentukan titik intervensi.
“Gubernur juga meminta agar dilakukan pemberian bantuan seperti telur, susu, beras untuk mencegah stunting dan kemiskinan ekstrim,”ujar Hamzih. (ADV/rls)











