ENREKANG, DELIK.ID — Kondisi jalan poros Sidrap-Toraja semakin memprihatinkan. Para pengguna jalan mengeluhkan kondisi jalan poros nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat ini.
Pantauan media, sejumlah titik menjadi ruas terparah kerusakannya. Seperti di Karrang, perbatasan Riso-Pinang, Kulinjang, dan Kotu.
Bupati Enrekang Muslimin Bando menegaskan, andai jalan poros itu kewenangan pemda, sudah sejak dahulu diperbaiki.
Namun demikian, pihaknya tidak tinggal diam. Muslimin Bando telah beberapa kali melaporkan ke pusat dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Akhirnya pusat menganggarkan Rp270 miliar.
“Saat ini sedang dalam proses tender, dan katanya akan dikerjakan mulai tahun ini,” ungkapnya.
Bupati MB berharap perbaikan jalan poros ini segera dikerjakan. Muslimin Bando juga mengapresiasi postingan warganet soal jalan ini. Apalagi lewat momentum viralnya jalanan di Lampung.
“Kita justru sepaham dengan netizen. Pemda Enrekang sangat terbuka terhadap kritik. Justru kita senang kalau ada yang mengingatkan. Sepanjang disampaikan dengan cara yang baik dan sopan sebagaimana karakteristik masyarakat Enrekang,” ujar MB.
Baik Pemda maupun netizen berharap perbaikan jalan ini dipercepat sesegera mungkin. Jika tidak, poros Sidrap-Toraja terancam terputus. Utamanya di titik yang amblas dan rawan longsor.
“Kondisi geografis daerah kita memang rawan amblas dan longsor. Seperti di Kulinjang dan di Riso itu. Kalau tidak segera dikerjakan tahun ini, pasti akses putus,” tegasnya.











