Syeh Ahmad Fadlu menyampaikan, setiap fenomena yang terjadi manusia diajak untuk memahami fenomena tersebut sebagai kehendak tuhan, “substansinya adalah bagaimana manusia selalu punya rangkaian ikatan batin dengan dia dengan tuhannya, ketika fenomena terjadi manusia itu sadar bahwa ia adalah bagian dari mahluk sama seperti lainnya yang diatur oleh kehendak tuhan,” tuturnya.
Lanjutnya, Rasullah SAW menegaskan bahwa fenomena gerhana tidak terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang tetapi fenomena tersebut adalah dibwah kendali kekuasaan tuhan.
Kemudian terkait dengan fenomena yang dikaitkan dengan peristiwa akan datangnya kiamat, Syeh Ahmad Fadlu mengatakan, manusia diberi kebebasan berpendapat. Baginya kiamat adalah urusan Allah SWT yang tidak butuh pemicu.
“Tuhan adalah pemilik alam semesta dia tidak punya alasan untuk mengkiamatkan, namun ketika cerita itu menjadikan orang menjadi lebih bertaqwa itu tujuannya baik,” jelas Imam Mesjid Syuhada Syeh Ahmad Fadlu.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bijak memahami informasi yang ada dimedia sosial dengan tidak serta merta menelan informasi yang ada dimedia sosial. (bdt)











