Ia berharap, dalam lomba Desa/Kelurahan Pangan Aman ini, Kota Parepare bisa meraih juara 1 selayaknya Kelurahan Lompoe pada tahun sebelumnya.
“setelah melihat 10 desa/kelurahan seluruh indonesia yang masuk nominasi, itu nanti mereka akan memberikan peringkat dari hasil nilai wawancara dannilai verifikasi lapangan. dan tentu kami berhraap kota parepare bisa juara, ” tandasnya.
Sementara, Ketua Tim Verifikasi Lapangan lomba Desa/Kelurahan pangan aman, Sugiatmi dalam sambutannya menyampaikan, Verifikasi lapangan ini merupakan tahapan akhir seleksi Desa/Kelurahan Pangan Aman tingkat nasional, untuk mengecek implementasi program-program yang dipresentasikan pada tahapan wawancara.
“karena ini merupakan inisiasi sendiri dari Kota Parepare, maka kami akan turun melihat langsung apakah program-program betul-betul sudah terimplementasi di Kelurahan tersebut. Kami juga melihat program-program yang diberikan di kelurahan ini banyak sekali,”jelas Sugiatmi.
Tim juri melakukan verifikasi penerapan keamanan pangan untuk komunitas kantin sekolah, Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), Ibu Rumah Tangga, Pelaku Usaha Pangan Siap Saji (PKL), dan Ritel/Warung. Selain itu, dilakukan kunjungan pula ke Sekretariat Keamanan Pangan Kelurahan Galung Maloang.
Adapun 9 Desa/Kelurahan yang masuk nominasi dalam lomba pangan aman tingkat Nasional ini, yaitu kelurahan Pancoran Jakarta, Kelurahan Jeruk Wudel Yogyakarta, Desa Randusari Semarang, Desa Mekong Pekanbaru, Desa Karang Bunga Banjarmasin, Desa Lubuk Cuik Medan, Desa Maelang Manado, Desa Tanjung Lay Pontianak, Desa Tengin Baru Samarinda. (d11/dlk#)










