“Saya tidak sembarang mempublish seseorang. Saya memposting seseorang itu karena takjub dan serius menganggap Ibu Erna layak. Terlihat sosok pemimpin dalam dirinya, wawasannya luas dan berani. Beliau tampil luas dan lepas. Ini yang membuat saya suprise karena baru bertemu 30 tahun setelah tamat. Selama inu saya ketahui beliau penyiar di TVRI dan ternyata ustadzah, Ketua Golkar dan beliau sehebat itu,” ujar Rahmat Nur, yang juga mantan Sekretaris Golkar Kabupaten Pangkep ini.
“Caranya menyampaikan paparan sangat mencerahkan dan mengupas masalah secara runut. Gaya seperti inilah sebenarnya gaya pemimpin. Itulah sebabnya saya tulis di FB karena saya yakin beliau layak dan sekali lagi saya tidak sembarang menilai orang. Kalau layak saya tampilkan kalau tidak ya tidak,” tegas Rahmat Nur yang mengaku pernah menilai Adnan Purichita Ikhsan dan memposting di medsos saat belum terpilih sebagai Bupati Gowa kala itu.
“Sekali lagi Ibu Erna Rasyid Taufan layak. Warga Parepare, sebaiknya memilih beliau melanjutkan kepemimpinan suami karena kapasitas dan kualitasnya sudah sangat layak menjadi Wali Kota Parepare,” ulangnya, menekankan.
Dalam pelaksanaan temu alumni Alumni angkatan 85 FEB UMI yang bertema “Lama Tidak Ketemu, Pas Ketemu Tidak Lama, Lama Tidak Ketemu, Sekali Ketemu Pas Reuni” ini, Erna juga mampu membuat para alumni terhenyak saat ia membawakan doa dalam kegiatan pelantikan pengurus periode 2022-2027 yang digelar di kampus UMI, Kota Makassar, Jumat, (4/11/2022). Pembacaan doa yang dibawakan tidak seperti pada umumnya, sebab ia membawakan dengan melagukan ayat-ayat alquran yang mampu mengetuk qalbu.
Dalam temu alumni itu juga dirangkaikan dengan rapat kerja (raker) dan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
Sebagai penasehat dan Ketua Steering Committee, Dai’ah ini memberikan saran agar program kerja alumni meski sedikit namun dapat terealisasi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Program kerja tidak perlu banyak, cukup satu atau dua saja asalkan diseriusi dan terlaksana. Upayakan program kerja kita menyentuh langsung masyarakat dan berkesesuaian dengan nama almamater sebagai insan muslim cendekiawan, misalnya menggelar pengajian, dan kegiatan muslim lainnya sebagaimana nama kampus kita,” pesan Erna Rasyid Taufan. (d11/dlk/)











