“Dan jauh hari sebelumnya tidak pernah ada aturan seperti itu di MTs DDI Pattojo,” kesal dia.
Bahkan beredar kabar beberapa orang tua murid MTs DDI Pattojo lebih memilih untuk memindahkan anaknya melanjutkan belajar di sekolah gratis.
Aisah, Kepala DDI Pattojo ditemui di ruang kerjanya oleh wartawan beberapa waktu lalu, tidak membantah perihal pungutan tersebut.
Dia berdalih pungutan itu merupakan sumbangan dan tidak bersifat paksaan bagi orang tua siswa yang tidak mampu membayar.
“Itu tidak apa apa yang tidak bersedia. Itu pungutan kami lakukan sesuai dengan hasil rapat orang tua siswa melalui komite,” dalihnya.
Pembayaran 100 ribu itu, kata dia, setiap bulan bagi yang mampu dan hasilnya nanti akan diperuntukan kepada puluhan honorer yang membantu pihaknya di Sekolah.
“Sedangkan jumlah siswa disini sebanyak 400 orang lebih,” tutupnya. (shg/d11/dlk)











