Selanjutnya, untuk saat ini hanya perlu merenovasi yang ada namun ke depan perlu ada bangunan tersendiri khusus Kardioseredro center karena penyakit pembuluh darah dan pembuluh darah otak itu jadi satu. Yang bekerja disitu adalah spesialis jantung dan neorology karena itu penyakit pembuluh darah yang terjadi di jantung, tangan, kaki dan kepala.
“Kita anjurkan 3 sampai 5 tahun ke depan ada bangunan khusus yang menangani kardioseredro.” tutupDr.dr. Hananto Anriantoro.
Ditempat yang sama, Direktur RS Harapan Kita dr. Iwan Dakota menyampaikan RS Harapan kita adalah pusat jantung nasional, rujukan tertinggi sekaligus pelayanan pendidikan dan pendidikan Kardiovaskuler seluruh Indonesia.
“Kami tidak hanya melakukan pengampuan ke 54 RS tapi ada 63 RS di 34 Provinsi dan ini kunjungan pertama kami ke Sulbar dan kami berharap harus ada percepatan, Pak Menteri minta percepatan”ujarnya.
Yang seharusnya tadinya perlu 10 sampai 12 tahun menjadi dua tahun saja artinya di 2024 paling lambat di Sulbar sudah ada operasi bedah jantung terbuka dan care lab harus jalan paling lambat tahun depan.
Sementara itu, Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar menyampaikan bahwa apa yang diminta oleh Perwakilan Kemenkes akan segera di benahi untuk ruangan yang akan digunakan untuk pemasangan cincin pada jantung.
“Untuk operasinya kita masih ada lahan yang kosong dan juga masih ada ruangan yang kosong sekira 30×40 yang akan dijadikan tempat operasi bagi pasien stroke dan agar bisa berjalan tahun ini bagian gedung ini dulu yang direhab,” jelas Andi Ibrahim Masdar.
Bangunan yang dimaksud adalah bangunan lantai satu perkantoran RSUD Polewali, sementara untuk SDM ia mengaku siap untuk mengirim dokter dan perawat untuk mengikuti pendidikan penanganan jantung.
Direktur RSUD Polewali dr. Anita menyampaikan RSUD Poewali sudah mempunyai dua orang dokter spesialis jantung tetapi untuk program ini kompetensi perlu ditingkan kembali. “dokter yang ada harus ikut Fellowship dan ini kami minta untuk di fasilitasi untuk bagaimana mengirim dokter tersebut paling tidak bulan Juni sudah bisa ikut pelatihan,” jelasnya.
Gubernur Sulbar Ali Ba’al Masdar mengatakan dua rumah sakit ini dapat berjalan mulus sehingga di Sulbar ini ke depan terdapat dua RS yang menangani penyakit jantung sehingga masyarakat dapat dengan cepat terlayani. “kita berharap ini dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat tak perlu lagi jauh-jauh ke Makassar untuk penanganan penyakit jantung dan masyarakat juga bisa dengan cepat mendapat pertolongan.” tandanya. (bdt)










