Watch “Cantik, Nur Aini Tak Malu Jadi Kuli Panggul Semen” on YouTube

Awalnya kata Nuraini, ia merasah lelah saat melakoni pekerjaan itu, ia dan adik-adiknya merasakan luka lecet pada bagian bahu. Namun lama kelamaan mereka terbiasa demi membantu perekonomian keluarga.

” Awalnya saya rasakan luka lecet dibagian bahu, pengaruh memanggul semen, namun karena terbiasa akhirnya bahu ini sudah keras, layaknya semen.,” Canda Nuraini membuat keluarga mereka ikut tertawa.

Kata Nuraini, mereka kasiahan melihat kedua orang tuanya yang tak kenal lelah membiayai kehidupan mereka apalgi keduanya penyandang disabilitas karena pekerjaan.

” Salah satu tangan saya kaku, sementara kaki istri saya (ibu Nuraini) pincang karena kecelakaan kerja beberapa tahun lalu kaki istri saya tertimpa semen dari atas mobil. ” Tutur Masdar ayah Nuraini.

Kata Masdar, kelima anaknya itu ikut menjadi kuli semen karena ingin terus bersekolah. Ia pun tak kuasa melarang anaknya bekerja keras demi pendidikan sang buahati.

” Intinya mereka harus tetap sekolah apapun pekerjaan kami.” Harap Masdar.

Teguh dan tangguh, tak sekalipun keluarga Nuraini mengeluh atas apa yang mereka lakoni. Bantuan pemerintah tentang kesejahteraan hidup serta bantuan biaya pendidikan mestinya juga mereka dapatkan. (D11)

Related posts