Watch “Cantik, Nur Aini Tak Malu Jadi Kuli Panggul Semen” on YouTube

PINRANG, delik.id — Berawal dari rasa kasihan melihat kedua orang tuanya yang bekerja sebagak kuli panggul semen, Nuraini mengajak keempat adiknya untuk membantu meringankan beban kelurga dengan membantu kedua orang tuanya bekerja jadi kuli panggul semen. Ia pun harus mengorbakan masa remaja dengan menjadi kuli panggul sement.

” Awalnya saya bertanya dalam hati, apa sih pekerjaan kedua orang tua saya. Mereka kadang pulang larut malam, setelah mengetahui pekerjaan mereka jadi kuli panggil semen saya memutuskan mengajak adik-adik saya untuk membantu pekerjaan mereka ” jelas Nuraini, Mahasiswi UNM Makassar, Sulawesi Selatan, kamis (06/01/2022).

Nuraini melakoni jadi kuli panggul lsemen sejak kelas 3 sekolah menengah pertama, hingga kini ia semeter empat kuliah di UNM Makassar, Sulawesi Selatan, terus membantu kedua orang tuanya jadi kuli panggul sement di sejumlah toko bangunan yang akan membongkar semen pesananya dari mobil ke dalam gudang.

” kini saya sudah kuliah, hanya jika saya libur kuliah saya kembali ke Pinrang, untuk membantu bapak dan ibu serta keempat adik saya jadi kuli panggul semen.” Tutur Nuraini.

Kedua orang tua Nuraini, adalah Masdar dan Norma, sementara keempat adiknya adalah Aswandi ,Nur Diana, Nur Halisa dan Nur Aulia. Mereka membantu kedua orang tuanya membongkar 800 sak semen dari atas mobil ke dalam gudang toko bangunan yang menggunakan jasa mereka, per mobil. Mereka diupah Rp.600 rupiah persak.

” Kami diupah Rp. 600 rupiah persak, dalam satu mobil biasanya 800 sak semen, jadi dalam satu mobil kami sekeluarga mendapat upah Rp. 800 ribu sekali bongkar. Hasil kerja keras kami itu dipakai orang tua membiayai pendidikan kami. ” Papar Nuraini.

Related posts