Rektor Institut Teknologi BJ Habibie (ITBH) Prof Dr Ir Ansar Suyuti, MT, menilai Wali Kota Taufan Pawe sebagai pemimpin hebat yang berani berjuang total mewujudkan visi-misi dan platform pembangunan yang telah dicanangkan sejak awal kepemimpinannya.
Kehadiran ITBH, kata dia, menjadi bukti nyata komitmen kemajuan pendidikan yang berorientasi kerakyatan.
“Saya bilang ini luar biasa karena setingkat Wali Kota bisa mengambil legal standing di akhir kepemimpinan presiden SBY saat itu. Tidak satupun kepala daerah yang bisa melakukan kecuali Walikota Parepare. Perjuangan beliau dalam menghadirkan Perguruan Tinggi Negeri ITBH sangat luar biasa,” puji Prof Ansar Suyuti, Rektor ITBH.
Apresiasi sama dkemukakan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof DR Ir Husain Syam dan Rektor Universitas Bosowa (Unibos), Prof Muhammad Saleh Pallu.
“Kalau saya berkumpul bersama para Rektor, kita selalu angkat jempol dan mengatakan Taufan Pawe hebat. Pak Taufan Pawe ini sangat konsen dengan pendidikan dan terbukti mampu menghadirkan institute mulai dari nol,” ungkap Prof Muhammad Saleh Pallu.
“Biasanya swasta jadi institute itu, tapi ITBH langsung berstatus negeri. Ini pencapaian luar biasa dan perlu kita pelajari dari Pak Taufan Pawe,” tambah Rektor UNM prof Husain Syam. (*pojoksulsel)
Ketgam: Wali Kota Parepare HM. Taufan Pawe di Acara refleksi 8 tahun kepemimpinannya
————-
Wali Kota Taufan Pawe Gelar Tasyakuran Peringati 8 Tahun Kepemimpinannya
POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare menggelar tasyakuran dalam rangka memperingati delapan tahun kepemimpinan Wali Kota Parepare, HM. Taufan Pawe, dan tiga tahun wakil walikota Parepare, Pangerang Rahim.
Kegiatan berlangsung di Gedung Auditorium BJ. Habibie, serta dilanjutkan malam refleksi 8 tahun di lapangan tenis rujab walikota, Senin, Malam (8/11/2021).
Kegiatan dilaksanakan secara online atau virtual dan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Taufan mengungkapkan rasa syukur didampingi Pangerang selama tiga tahun terakhir. Ia menceritakan, dalam satu periode kepemimpinanmya, diwarnai dengan kritikan, dan cemoah, setelah itu di periode kedua, Tuhan menurunkan sosok Pangerang Rahim.
“Tiga tahun ini saya betul-betul sangat enjoy, rasa rasanya apa yang saya lakukan tidak mungkin salah, tidak mungkin keliru, karena mereka semua ini menjadi pribadi, yang terintegritas. Kalau orang berintegritas, berarti didalamnya ada kapasitas. Kalau orang berintegritas pasti di dalamnya ada loyalitas,” ungkap Ketua DPD I Golkar Provinsi Sulawesi Selatan itu.
Taufan menceritakan, di delapan tahun kepemimpinannya menjalankan amanahnya, banyak kekurangan. Namun dengan membangun kota, dengan penuh cinta, dan cinta kepada rakyat, pasti juga akan dicintai. Karena menurutnya sebagai pemimpin harus mencintai rakyatnya.
“Delapan tahun ini banyak kekurangan, tetapi saya berkeyakinan, masyarakat menjadi ahli syukur, pada akhirnya, rasa-rasanya tidak ada yang kurang. Karena, jadi kekurangan itu kita syukuri pada akhirnya menjadi sumber kebaikan lebih jauh lagi,” katanya.
Taufan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Aparatur Sipil Negara lingkup pemerintah kota Parepare yang memiliki kerja integritas. Ia menyebutkan sistem dan subsistem telah berjalan.
“Pada akhirnya sesungguhnya, tidak bisa saling berdiri dan berkemampuan mendapatkan penghargaan 204 penghargaan. Itu kerja duniawi kita secara kelembagaan. Sistem telah berjalan, subsistem sudah berjalan. Siapa itu sistem kita semua, siapa itu subsistem adalah bahagian kerja kita dan fungsi-fungsi pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Taufan Pawe.
Taufan berharap, selama delapan tahun, dan waktu yang tersisa, dapat menjadi berkah untuk semua, dan menjadi jalan Walikota Parepare, Dr.H.M Taufan Pawe kedepannya.
“Kita sudah bersama delapan tahun, mudah-mudahan waktu yang tersisa menjadi keberkahan bagi kita semua, dan menjadi amal jalan bagi saya untuk merintih masa depan saya, yang insyaa Allah, akan lebih baik,” tandasnya. (*)











