Pemkot Parepare Bersinergi PT Pelindo IV Kembangkan Ekonomi

Pada kesempatan itu, Taufan membeberkan tren kemajuan Parepare dalam 7 tahun terakhir di era kepemimpinannya. Angka-angka capaian sesuai dengan harapan. Di antaranya tingkat pertumbuhan ekonomi, inflasi terkendali, Gini Ratio, income perkapita.

Dan di periode keduanya mulai 2018, Taufan dengan pendekatan faktual mewujudkan Kota Industri Tanpa Cerobong Asap. Visi misi ini sejalan dengan ide gagasannya yakni Teori Telapak Kaki atau bagaimana mendatangkan banyak telapak kaki (orang) di Parepare.

“Memang Pemkot Parepare sangat harapkan eksistensi kehadiran PT Pelindo. Karena Pemkot hadirkan kerja-kerja untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga Pelindo menjadi supporting system,” terang Taufan.

Secara khusus Taufan membahas soal PIB Parepare yang merupakan pergudangan beras terbesar di Indonesia Timur. Dan secara umum daya tampung pergudangan beras di Parepare sebesar 130 ribu ton. Terbagi PIB atau pergudangan beras Bulog di Lapadde berkapasitas 100 ribu ton dan Gudang Bulog Soreang 30 ribu ton.

“Dan kalau PIB mau dihidupkan, harus ada kerja terintegrasi. BUMN, Pelindo kuat karena bisa berkomunikasi Pemerintah Pusat, mungkin dengan Menko Perekonomian,” tandas Taufan.

Ikut mendampingi Wali Kota saat menerima kunjungan Pelindo IV, Sekda Kota Parepare H Iwan Asaad, Asisten I Hj Amina Amin, Asisten II Suriani, Kepala Bappeda Samsuddin Taha, Kepala Dinas PUPR Laetteng, Kabag Ekonomi Basuki Busrah.

Sementara rombongan Pelindo IV yang hadir adalah Direktur Operasi dan Komersial M Adji, SVP Marketing & Tariff PT Pelindo IV Tubagus Patrick, Deputy Marketing Silas, Deputy Container Saleh, Deputy Services Deputy Other Services, Amirullah, Staf Suharto, GM Pelindo IV Parepare M Ilyas, Manager PBAU Agus. (adv / k13/dlk)

Related posts