“Kami optimis tembus Top 45 Inovasi Indonesia. Tidaklah mudah, tapi kami mampu meyakinkan bahwa inovasi Berdaya Srikandi Oleh Srikandi ini memberikan efek kesejahteraan bagi masyarakat khususnya masyarakat pesisir,” ungkap Taufan. (17/7/2020).
Taufan menekankan, inovasi Berdaya Srikandi Oleh Srikandi bukan sekadar sodorkan proposal dan konsep, tapi kepala daerah diberi kesempatan untuk menjelaskan program-programnya.
“Saya bercerita panjang lebar ide-ide murni saya membawa Kota Parepare di periode kedua saya, menjadi kota industri tanpa cerobong Asap. Nah inilah makna konkret bahwa kita bisa melahirkan industri-industri kecil termasuk skala rumah tangga dengan tanpa cerobong asap,” papar Wali Kota yang menginisiasi lahirnya Teori Telapak Kaki di Parepare ini.
Optimisme sama diungkap Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP) Parepare, Wildana yang mendampingi Wali Kota saat presentasi dan wawancara.
“Kami optimis tembus Top 45 Inovasi. Pak Wali Kota sudah memberikan jawaban meyakinkan di hadapan Tim Panel Independen. Setelah Tim Panel Independen, Pak Wali Kota juga diwawancarai oleh Humas Kemenpan-RB, dan benar-benar meyakinkan,” kata Wildana.
Sekda Kota Parepare, H Iwan Asaad, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Muhammad Nur, dan beberapa Pimpinan SKPD Pemkot Parepare ikut mendampingi Wali Kota saat presentasi dan wawancara. (adv / k13)











