Sementara itu, Dokter Arman juga menyampaikan bahwa pasien yang dirawat mengikuti protokol kesehatan WHO terbaru, dimana pasien yang dirujuk baik yang positif maupun yang menunggu hasil dilakukan tes swab 5 hari sekali. Pada hari ke-14 jika tidak menunjukkan gejala dan hasilnya negatif, maka 3 hari kemudian pasien diperbolehkan untuk pulang karena basis klinisnya mengatakan daya tularnya sudah hilang. Virusnya sudah lemah.
Penanganan pasien sangat memperhatikan keamanan tenaga medis. Ia mengatakan, kebutuhan operasional seperti alat pelindung diri (APD), masker medis maupun cairan disinfektan di rumah sakit tersebut tercukupi. Pihaknya mendapat bantuan dari pemerintah dan masyarakat.
Di sisi lain, RSKD Dadi melakukan secara ketat isolasi terhadap satu orang pasien kejiwaan, seperti tidak boleh ada kunjungan dari luar.
Selama penanganan COVID-19, Dokter Arman mengatakan, pegawainya yang terpapar covid sebanyak 25 orang dan saat ini sudah sembuh sebanyak 22 orang.
Sementara itu, saat kunjungan BNPB bersama dengan Ketua PMI Kota Makassar Musyafir Andi Muktang di rumah sakit tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan rumah sakit Dadi, baik di dalam maupun luar gedung. (dlk/k13)











