“Selama ini terminal Pangkajene sudah jadi tempat mereka. Masalahnya, harga telur justru tidak terkontrol di tempat ini. Terkadang harga lebih rendah dibanding harga peternak,” katanya.
Bahrul berharap, pemerintah terus melakukan kontrol terhadap aset pemkab di Terminal Pangkajene, termasuk melakukan operasi pasar terhadap komoditi telur.
Ia mencontohkan, untuk hari ini (Senin) harga di terminal Rp35 ribu per rak, sementara di peternak justru Rp36 ribu per rak. (D11)











