PAREPARE, DELIK.ID— Perum Bulog Kantor Cabang Parepare membuka peluang memperluas distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Rumah Pangan Kita (RPK) di luar pasar rakyat.
Peluang tersebut terbuka setelah ketersediaan kemasan beras mulai membaik pada pekan keempat Agustus 2026. Sebelumnya, keterbatasan kemasan dari produsen plastik sempat menjadi kendala, meski stok beras di Bulog Parepare dalam kondisi melimpah.
Wakil Pemimpin Cabang (Waka Pincab) Bulog Parepare, Fajrin Ananta, mengatakan secara teknis program SPHP masih memungkinkan pembukaan RPK di luar pasar. Namun, Bulog masih melakukan analisis terhadap ketersediaan kemasan untuk memastikan distribusi dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Per pekan keempat Agustus ini alhamdulillah kami sudah mendapat tambahan kemasan, meskipun belum mencakup keseluruhan stok. Peluang membuka RPK di luar pasar sangat mungkin terealisasi, namun kami terus menganalisis ketahanan stok kemasan yang ada,” ujar Fajrin saat ditemui jurnalis DELIK.ID, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, kondisi stok beras Bulog Parepare saat ini cukup melimpah. Karena itu, persoalan utama dalam rencana perluasan distribusi bukan pada ketersediaan beras, melainkan kemampuan memenuhi kebutuhan kemasan.
Fajrin juga menjelaskan perbedaan kuota distribusi SPHP di sejumlah pasar rakyat, seperti Pasar Lakessi, Sumpang Minangae, dan Labukkang.
Perbedaan tersebut dipengaruhi jumlah titik pengecer yang terdaftar serta kemampuan masing-masing pedagang. Pasar Lakessi memiliki jumlah titik pengecer lebih banyak dibandingkan pasar lainnya, sementara Pasar Sumpang Minangae tercatat memiliki sekitar empat titik pengecer aktif berdasarkan data aplikasi.
Namun, jumlah penyaluran kepada setiap pengecer tidak disamaratakan. Bulog menyesuaikannya dengan kemampuan dan kapasitas tempat penyimpanan masing-masing pedagang.
