Komunitas Vintage Parepare Hadirkan Edukasi Sejarah Lewat Pameran Barang Jadul

Selain memamerkan koleksi asli, Vintage Parepare juga menghadirkan karya kreatif hasil modifikasi barang-barang lama. Salah satunya lampu klasik yang disulap menjadi lampu hias tanpa menghilangkan bentuk aslinya. Menurut Iqbal, kreativitas tersebut menjadi bukti bahwa barang lama masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai estetika.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat dokumentasi sejarah Kota Parepare, mulai dari foto-foto angkutan kota tempo dulu, Pasar Lakessi, Kantor Pos pada era 1940-an, Masjid Raya, hingga aktivitas perdagangan di Pelabuhan Parepare. Seluruh koleksi tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Meski memiliki koleksi yang cukup banyak, hingga kini Vintage Parepare belum memiliki sekretariat. Seluruh koleksi masih disimpan di rumah masing-masing anggota. Karena itu, komunitas tersebut berharap pemerintah dapat menyediakan ruang atau memanfaatkan bangunan yang tidak lagi digunakan untuk dijadikan museum edukasi.

“Harapan kami, ada tempat yang bisa menjadi museum edukasi agar masyarakat bisa mengenal sejarah Parepare melalui berbagai koleksi yang kami miliki,” pungkasnya.

Iqbal juga menegaskan bahwa Vintage Parepare terbuka bagi siapa saja yang memiliki minat terhadap barang-barang vintage dan sejarah. Tidak ada persyaratan khusus untuk bergabung selain memiliki kepedulian terhadap pelestarian benda-benda bersejarah.

Dalam pameran kali ini, Vintage Parepare menampilkan puluhan koleksi yang berasal dari rentang waktu 1940-an hingga 1980-an. Keikutsertaan mereka diharapkan menjadi langkah awal agar komunitas pecinta sejarah dan vintage di Parepare semakin dikenal serta mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam upaya melestarikan warisan sejarah daerah.(Nu)

Related posts