Haswan menilai ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam memperkenalkan sejarah kepada publik melalui berbagai subsektor, seperti seni pertunjukan, film, fotografi, desain, kuliner, kriya, hingga pariwisata berbasis budaya.
Ia berharap para pelaku ekonomi kreatif mampu menjadikan kisah perjuangan para tokoh daerah sebagai inspirasi dalam menghasilkan karya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memperkuat karakter dan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya.
Selain mengangkat potensi lokal, CCF 2026 juga menjadi ruang kolaborasi nasional. Kegiatan yang berlangsung pada 3–12 Juli 2026 itu diikuti delegasi dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan serta perwakilan sejumlah provinsi di Indonesia.
Selama penyelenggaraan festival, para peserta akan mengikuti forum diskusi, pameran, pertunjukan seni, hingga pertemuan pelaku ekonomi kreatif untuk menyusun rekomendasi pengembangan sektor ekonomi kreatif yang akan disampaikan kepada Kementerian Ekonomi Kreatif.
Haswan optimistis kepercayaan yang diberikan kepada Parepare sebagai tuan rumah akan semakin memperkuat posisi kota tersebut sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di kawasan timur Indonesia.
“Melalui CCF, kami ingin menunjukkan bahwa Parepare bukan hanya memiliki potensi ekonomi kreatif, tetapi juga sejarah, budaya, dan tokoh-tokoh besar yang layak dikenal oleh Indonesia,” tutupnya.











