Ia juga menjelaskan bahwa rehabilitasi tersebut diharapkan mampu menjamin kontinuitas pelayanan air bersih, mengurangi kehilangan debit air, serta meningkatkan efisiensi sistem pengambilan air agar proses penyaluran menjadi lebih stabil dan aman.
Sementara itu, Mahrum Husain selaku Pengawas Teknis Lapangan menyampaikan bahwa pelaksanaan pekerjaan terus dipantau agar kualitas pembangunan tetap terjaga dan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Menurut Mahrum, rehabilitasi intake ini menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan infrastruktur dasar daerah sekaligus mengantisipasi gangguan distribusi air saat musim kemarau maupun cuaca ekstrem.
“Kami terus melakukan pengawasan di lapangan agar pekerjaan berjalan baik dan tepat waktu. Harapannya, setelah rehabilitasi selesai, sistem intake menjadi lebih kuat dan mampu mendukung kebutuhan air baku masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Kegiatan peninjauan tersebut turut dihadiri Konsultan Pengawas, Eko, bersama jajaran teknis dan pelaksana pekerjaan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air di Sulawesi Barat. ( Rum )









