Terkait hal tersebut, ia menyatakan keyakinannya bahwa PT Masmindo Dwi Area (MDA) telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan. Menurutnya, perusahaan memiliki standar operasional dan kesiapan teknis yang memadai dalam menghadapi cuaca ekstrem, serta memprioritaskan keselamatan masyarakat dan lingkungan.
Mewakili pemuda, M. Azriel sepakat bahwa sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan pemuda lokal merupakan kunci menjaga stabilitas di tengah kondisi cuaca yang tak menentu. Ia menekankan bahwa upaya mitigasi yang ada perlu terus didukung agar risiko dapat diminimalkan.
Meski demikian, kedua tokoh masyarakat itu kembali mengingatkan warga untuk tetap waspada. Mereka mengimbau masyarakat berhati-hati saat beraktivitas, terutama di area rawan seperti tebing, bantaran sungai, dan jalur yang rentan terhadap longsor maupun banjir.
Selain itu, KWLT sebagai elemen warga dan FPLB sebagai elemen pemuda juga menekankan pentingnya warga mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan otoritas terkait. Informasi yang valid dinilai sangat membantu masyarakat mengambil sikap dan langkah perlindungan yang tepat. Dalam situasi cuaca ekstrem, kata mereka, kewaspadaan dan kesigapan bersama adalah kunci menjaga keselamatan. (d11/dlk**)











