Sementara itu, Kadis Pendidikan Parepare, Makmur, memberikan penjelasan teknis terkait dua isu yang menjadi sorotan utama masyarakat.
Terkait program MBG, Makmur menekankan bahwa pemerintah menargetkan sekitar 38 ribu siswa mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA di Parepare bisa menikmati layanan tersebut.
“Alhamdulillah, dapur yang tersedia Insya Allah cukup untuk meng-cover kebutuhan itu. Kita berharap layanan makanan bergizi ini bisa segera menyentuh seluruh anak di Parepare,” ujarnya.
Adapun mengenai bantuan pakaian seragam sekolah, Makmur mengakui adanya kendala teknis dalam distribusi di lapangan. Meski pemerintah sudah membuka ruang untuk menukar pakaian yang ukurannya tidak sesuai, namun keterbatasan waktu kerja penyedia menjadi hambatan.
“Ke depan, kita akan majukan jadwal PPDB agar penyedia punya waktu lebih panjang. Bahkan, ada opsi memberdayakan UMKM atau penjahit lokal. Tapi ini perlu kita analisa lebih lanjut, apakah dengan durasi sekitar satu bulan, penjahit lokal mampu menyiapkan hingga 20 ribu pakaian, mulai dari seragam putih biru, pramuka, olahraga, dan lainnya,” jelasnya. (d11/dlk**)











