Selain itu, sanggar seni juga diundang untuk mengisi acara dengan tarian khas, termasuk tarian empat etnis.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, H. Makmur, menyatakan dukungannya terhadap pelatihan ini. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan baik dan menjadi pionir dalam pengembangan seni dan budaya di sekolah masing-masing.
“Dengan lebih dari 1.000 guru di Parepare, kami berupaya agar pelatihan ini bisa dilakukan secara merata. Kami juga berharap ke depannya anggaran untuk pelatihan ini dapat ditingkatkan sehingga jumlah peserta bisa lebih banyak lagi,” ujar H. Makmur.
Ia juga menyoroti pentingnya peran setiap guru dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan lokal di sekolah, mengingat kebudayaan lokal saat ini kerap terkalahkan oleh budaya luar yang menyebar luas melalui media sosial.
“Saat ini, banyak generasi muda yang sudah tidak bisa memahami, apalagi menggunakan bahasa Bugis. Penyebaran budaya luar melalui media sosial lebih besar, sehingga memengaruhi pemahaman generasi muda terhadap budaya mereka sendiri,” tambahnya.
Dia juga menegaskan bahwa pendidikan kebudayaan harus dimulai sejak dini agar anak-anak mencintai dan bangga terhadap warisan budaya mereka sendiri. (d11/dlk#)











