Dia mengemukakan, pelaksanaan Pasar marah ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat menengah ke bawah yang selama ini mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup.
“Pasar Murah ini program rutin yang kami laksanakan. Kami selalu menyiapkan anggaran untuk itu demi meringankan beban masyarakat,” ungkap Akbar Ali.
Sementara Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Parepare, Ashari Yunus mengungkapkan, bahwa Pasar Murah ini dilaksanakan sebagai upaya pengendalian harga dan memastikan ketersediaan stok barang kebutuhan pokok menjelang Idul Adha.
“Pasar Murah ini untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga barang kebutuhan pokok dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha 1445 H, yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan masyarakat,” terang Ashari.
Dia menambahkan, Pasar Murah ini adalah wujud kepedulian Pemkot Parepare untuk meringankan beban masyarakat.
“Kita menyasar 22 Kelurahan dengan 2.200 KK penerima manfaat yang merujuk pada warga pra sejahtera,” ujarnya.
Adapun barang kebutuhan pokok yang disediakan dalam Pasar Murah ini antara lain beras, gula pasir, terigu, minyak goreng, minuman, dan susu kaleng. Setiap kupon memiliki nilai subsidi senilai Rp55 ribu dengan total anggaran subsidi mencapai Rp121 juta. (d11/dlk#)











