Dia mengisahkan, inovasi ini awalnya hanya dilakukan oleh empat daerah, namun sekarang hampir 200 daerah di Indonesia sudah tergerak melakukan inovasi. Dan sudah menghasilkan 12 ribu lebih inovasi se-Indonesia.
Andi Taufik secara khusus menilai Parepare adalah lumbung inovasi. Dengan segala keterbatasan, inovasi di Parepare berkembang dengan sangat bagus membuat sistem pelayanan semakin baik, dan Parepare semakin menarik.
“Kita ingin buktikan ke publik bahwa pemerintahan itu memang ada masanya, tapi siapapun yang memerintah memiliki komitmen kuat mendorong inovasi seperti Parepare. Inovasi ini melipatgandakan kebaikan, dan Pak Pj Wali Kota tunjukkan komitmen sangat tinggi, apapun yang terbaik untuk Parepare akan dilakukan,” tegas Andi Taufik.
Kepala Bappeda Zulkarnaen dalam laporannya mengungkapkan, peserta Laboratorium Inovasi tahun ini terdiri dari 65 orang dari 16 SKPD, 2 Kecamatan, 2 Bagian di Setdako, 6 Keluarahan, 2 Puskesmas dan
10 UPTD PJU, SMP dan SD.
“Pelaksanaan Penguatan Inovasi Daerah Kota Parepare yang dirangkaikan dengan lanjutan Laboratorium Inovasi ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap
pertama telah dilaksanakan secara daring pada hari selasa tanggal 21 November2023 dan tahap kedua dilaksanakan secara luring pada tanggal 7-8Desember 2023 bertempat di Puslatbang KMP LAN Makassar,” terang Zulkarnaen.
Zulkarnaen menjelaskan, pelaksanaan Penguatan Inovasi Daerah kali ini mengusung tema Strategi Pengembangan Sistem Inovasi Daerah Dalam Perspektif Peningkatan Daya Saing.
Dia juga menyampaikan bahwa Laboratorium Inovasi dilaksanakan dalam lima tahapan dengan istilah lima D plus satu. Tahap pertama, kedua dan ketiga telah dilaksanakan secara daring yakni Drum-up, Diagnose dan Design.
“Sedangkan tahap keempat, dan kelima yakni Delivery, dan Display serta. Dokumentasi dan Coaching Clinik yang dilaksanakan secara luring pada hari ini,” tandas Zulkarnaen. (*)











