Baligho Berantas Dan Cegah TPPO Marak di Polman

POLEWALI, DELIK ID — Baliho Berantas dan cegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah Sulawesi Barat banyak dijumpai di sudut-sudut kota Kabupaten Polewali Mandar.

Pemasangan baligho ini sebagai upaya kampanye yang dilakukan oleh LBH Sulbar dalam melakukan pencegahan TPPO di Sulawesi Barat khususnya di Kabupaten Polman.

Anggota LBH Sulbar Sukriwandi menyampaikan, Indonesia merupakan salah satu Negara asal terbesar bagi korban perdagangan orang, baik bersifat domestik maupun lintas batas. Data yang dikeluarkan International Organitation for Migration (IOM) yang mensinyalir sekitar korban perdagangan orang 50 persen tenaga kerja Indonesia di luar negeri menjadi

“Sejatinya perdagangan orang merupakan bentuk modern dari perbudakan manusia dan salah satu bentuk perlakuan terburuk dari pelanggaran harkat dan martabat manusia. Perempuan dan anak adalah kelompok yang paling banyak menjadi korban TPPO,” ujar Sukriwandi.

Korban diperdagangkan tidak hanya untuk tujuan pelacuran atau bentuk eksploitasi seksual lainnya, tetapi juga mencakup bentuk eksploitasi lain. Misalnya kerja paksa atau pelayanan paksa, perbudakan, atau praktik serupa perbudakan. tambahnya.

Pelaku TPPO melakukan perekrutan, pengangkutan, pemindahan, atau penerimaan orang untuk tujuan menjebak, menjerumuskan, atau memanfaatkan orang tersebut dalam praktik eksploitasi dengan segala bentuknya dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan, memberi bayaran atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas korban.

Related posts