Pangerang Rahim Ingatkan Kerja-kerja Kolaborasi dan Terintegrasi dalam Percepatan Penurunan Stunting

PAREPARE, DELIK.ID- Pemerintah Kota Parepare menggelar Aksi 3 Rembuk Stunting Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi Kota Parepare Tahun 2023 yang berlangsung di Hotel Bukit Kenari, Parepare, Selasa (23/5/2023).

Wakil Wali Kota Parepare yang juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Parepare, H Pangerang Rahim hadir sekaligus membuka Rembuk Stunting.

Turut hadir Tenaga Ahli Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TPPS) Sulawesi Selatan, dr Djunaidi Dachlan, Tenaga Ahli Tim INEY 5 Biro Bangda Pemprov Sulsel, serta Kepala BPS Parepare.

Jajaran Pemkot Parepare hadir Sekda H Iwan Asaad, para Asisten, para Kepala SKPD di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Rahmawaty Natsier, Kepala Dinas PPKB Dr Hj Halwatiah, para Camat dan Lurah, serta stakeholder terkait.

Wakil Wali Kota (Wawali) Parepare Pangerang Rahim dalam sambutan menekankan pentingnya kerja terintegrasi, kolaborasi lintas SKPD dalam upaya mempercepat penurunan stunting.

“Melalui Rembuk Stunting ini merupakan suatu langkah penting yang dilakukan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intevensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama – sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor atau lembaga non pemerintah dan masyarakat,” kata Pangerang.

Pangerang mengemukakan, dalam kegiatan ini yang harus disampaikan yaitu program dan kegiatan penurunan stunting yang akan dilakukan pada tahun berjalan serta komitmen Pemerintah Daerah dan OPD terkait untuk program kegiatan penururnan
stunting yang akan dimuat dalam RKPD Renja OPD tahun berikutnya. Karena itu, informasi hasil Musrenbang Kecamatan dan Kelurahan juga akan menjadi bagian yang dibahas dalam Rembuk Stunting ini.

Pangerang mengungkapkan, dalam rangka pencapaian target nasional prevalensi stunting ditetapkan target yang harus dicapai sebesar 14% pada 2024. Sementara Parepare prevalensi stunting berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 sebesar 24,8% dan di tahun 2022 naik menjadi 27,1%.

“Menjadi pekerjaan berat bagi Kota Parepare untuk menurunkan dalam jangka 2 tahun mencapai 14% target nasional. Sedangkan menurut pelaporan program gizi Dinas Kesehatan melalui aplikasi eppgbm atau Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Kota Parepare berhasil menurunkan angka stunting sebanyak 13,79% di tahun 2022 menjadi 8,73% di pengukuran Februari tahun 2023,” ungkap Pangerang.

Related posts