“Jadi dalam pameran ini ada enam mapel yakni IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Daerah, Matematika, dan Prakarya yang berkolaborasi bersama,” ungkap Guru Mapel IPS ini.
Fitriani berharap, proyek ini bisa berkesinambungan dan konsisten dilaksakan, baik untuk para guru, maupun peserta didik.
“Kami selalu berharap ada praktik yang lebih baik dari sebelumnya atau yang sudah ada, agar bisa jadi inspirasi bukan hanya untuk guru, tapi juga peserta didik, agar bisa meningkatkan nalar kritis mereka, kreativitas, kolaborasi diantara mereka,” tandasnya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai kue tradisional Suku Bugis dipamerkan diantaranya Bandang Lojo, Putu Soppa, Onde-onde, Sawella, Jompo-jomopo, Lame-lame, Doko-dokocangkuneng, yang dipamerkan peserta didik dengan menggunakan seragam Pramuka. (d11/dlk)











