“Survei mengatakan, 60% pemilih nantinya adalah kalangan milenial. Apalagi 72% penduduk Indonesia yang melek internet, maka disitu ada korelasi yang sangat jelas dengan pemilih milenial,” ungkapnya.
Wali Kota Parepare dua periode ini menjelaskan, kader Partai Golkar tidak hanya bekerja secara konvensional. Harus melalui pendekatan teknologi informasi (IT) dengan menggunakan platform-platform komunikasi digital.
Sehingga, Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) Partai Golkar memiliki peran penting dalam mendulang suara pada Pemilu 2024.
“Harap dipahami kerja – kerja kita nantinya banyak melalui MPO. Kalau kita ingin memenangkan pertempuran politik pada Pemilu 2024, kata kuncinya adalah kuasai IT. Karena 70 persen nantinya peperangan udara,” bebernya.
Kepala daerah berlatar belakang profesional hukum ini menambahkan, Golkar Parepare telah memiliki standar dalam memenangkan Pemilu 2024 mendatang. Memenangkan pemilu dengan wali kota dan wakil wali kota serta ketua DPRD Parepare harus dari Partai Golkar.
“Kota Parepare sudah memiliki standarisasi. Wali kota, wakil wali kota, dan ketua DPRD wajib kembali dari Golkar. Sehingga Golkar Parepare harus melebihi yang telah ada. Dengan target kursi harus 10 dengan capaian delapan kursi,” pungkasnya. (d11/dlk)











