“Masyarakat harus betul – betul merasakan kehadiran pemerintah. Oleh karena itu, dukungan dari DPRD dan semua pihak kita gunakan dana BTT (belanja tidak terduga) untuk mensubsidi bahan pokok,” jelasnya.
Tak hanya itu, dalam pantauannya, Taufan Pawe menemukan kondisi pengeloaan Pasar Lakessi tidak maksimal. Banyak pedagang tidak mengisi lapaknya dan menjual di area terlarang. Seperti jalan masuk Pasar Lakasssi.
“Banyak lapak pedagang yang tidak terisi. Rupanya para pedagang ini keluar pasar membuat tenda untuk menjual. Kondisi seperti ini menciptakan rasa ketidakadilan untuk para pedagang lainnya,” ungkapnya.
Kepala daerah berlatar belakang profesional hukum ini bakal melakukan rapat bersama Forkopimda untuk mencari solusi penyelesaian pengelolaan Pasar Lakessi.
“Para pedagang ini yang berani melanggar rupanya ada yang gerakkan. Ada yang otaki. Sehingga kita akan segera rapat bersama Forkopimda untuk mencari soslusi dan penyelesaiaan terbaik,” pungkasnya. (D13/dlk)











