Satgas, kata dia, adalah sebuah tekhnik baru yang harus diterapkan di institute dalam upaya mencegah Kekerasan Seksual dalam lingkungan institute.
“Ini akan menjadi sebuah penilaian akreditasi juga. Mahasiswa harus bersatu semua harus berprestasi. Ini sebuah amanah yang harus kita emban bersama demi menjaga maruah institute kita,” terang dia.
Dia berharap, kekerasan seksual dalam lingkup institute teknologi BJ. Habibie tidak terjadi.
“Harapan kita tentunya semoga tidak terjadi demikian. Kita harus jaga institut ini. Harus beradap supaya berkah hidup kita,” harapnya.
Prof. Ansar Suyuti menekankan agar kedepan institute teknologi BJ. Habibie mampu menjadi institut yang disegani. Melahirkan mahasiswa yang berintegritas.
“Kita harus bersama membawa maruah institut ini sebagai satu kesatuan antara dosen dan mahasiswa agar kita disegani sehingga kedepan institut kita melahirkan alumni-alumni yang berintegritas,” tandasnya. (d11/dlk)











