Dijelaskan, persoalan jalan nasional tidak semata mata tugas PUPR.
“Bapak diminta tidak menyelesaikan jalannya tapi bencananya , butuh gotong royong menyelesaikan itu,” tutur Akmal Malik,
Untuk itu melalui rakor tersebut, perlu langkah strategis dilakukan oleh Pemda dan Instansi terkait melakukan kolaborasi mengantisipasi kondisi cuaca kedepan. Ia berharap Pemda di enam kabupaten lebih aktif untuk mencari langkah langkah.
“Kejadian di Majene menjadi pembelajaran dan tidak boleh terulang.
Memang ada jalur laut, tapi jangan biarkan masyarakat sendiri berpikir, akibatnya kemarin ada perisitwa perahu tenggelam. Pemkab harus bergerak. Kita tidak mau ini terulang, kita harus menjamin keselamatan masyarakat kita terjaga,” tegas Akmal Malik
Dansat Brimob Polda Sulbar, Kombes. Pol. Iwan Sazali, mengatakan siap menjalankan sistem peringatan dini dan perlunya ada gladi. Tiga hal yang perlu ditekankan adalah pemetaan titik rawannya pengamanan dan penanganan di titik bencana.
“Bagaimana agar penanganan cepat, tidak berlarut-larut, termasuk penyiapan alat berat di setiap titik,” ungkapnya.
Kepala BMKG Kelas II Tampa Padang, Agus menyampaikan Oktober adalah awal musim hujan dan masih akan terjadi dari November hingga Desember.
“Memang ada juga informasi bahwa Sulbar ada daerah hujan sepanjang tahun. Longsor dan banjir perlu diantisipasi seperti longsor yang terjadi di Majene,” ujar Agus. (rls/adv)











