“Universitas Hasanuddin sudah melakukan penelitian. Kandungan Mandoti memang lebih bagus dari beras merah,” ujar Asman. “Kadar gulanya hampir nol,” tambahnya, dikutip dari Disway.id.
“Mandoti itu bahasa Enrekang. Artinya, guna-guna. Atau hipnotis,” jelas Wabup.
Mandoti disebut Mandoti karena daya pikatnya. “Kalau dimasak, aroma harumnya tercium sampai jauh,” ujar Asman.
Asman menjelaskan, Mandoti hanya bisa ditanam di satu kecamatan saja di Enrekang. Itu pun hanya di satu hamparan tanah adat yang luasnya 3.000 hektare.
“Begitu ditanam di luar hamparan itu, hasilnya berubah,” ujar Asman. “Dari hasil penelitian memang ada satu unsur mineral tanah yang hanya ada di situ,” kata Asman. (D11).
Tulisan lengkap Dahlan Iskan bisa disimak disini :
https://www.disway.id/r/5793/menu-mandoti#.YjebPl9SiAM.











