Usai santap siang, Dahlan penasaran ingin melihat langsung Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun dan Museum BJ Habibie (BJH) serta rumah tempat lahir BJ Habibie.
Menggunakan mobil pribadi bernomor polisi DD 1 HF, Dahlan kemudian berkeliling Parepare, melintasi Pantai Mattirotasi, melihat bangunan Masjid Terapung BJ Habibie yang sementara proses perampungan, melihat Taman La Mario yang ramai dikunjungi masyarakat, dan finish di pelataran Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun.
Takjub melihat monumen ini, sang istri Nafsiah Sabri mengajak Dahlan untuk berfoto romantis. “Ayo foto romantis dong,” ajak Nafsiah. Saking terpesonanya, Dahlan bahkan memfoto sendiri Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun dengan kamera ponsel pribadinya.
Usai berfoto di monumen, Dahlan dan rombongan kemudian berjalan kaki ke Museum BJ Habibie yang tidak jauh dari lokasi itu.
Kembali di depan Museum BJ Habibie, sang istri mengajak Dahlan berfoto mesra. Istri menaiki becak yang terparkir di lokasi itu, lalu Dahlan duduk di jok bagian belakang sebagai pengemudinya.
Usai berfoto di depan museum dan rumah kelahiran BJ Habibie yang letaknya berdampingan, Dahlan kemudian pamit untuk ke Makassar, karena sudah ada agenda makan malam bersama Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang menunggu.
“Mohon maaf ya, saya harus kembali ke Makassar, karena ada agenda makan malam dengan Pak Gubernur. Terima kasih atas jamuannya, salam ya sama Pak Wali Kota (Parepare),” kata Dahlan sebelum menaiki mobil untuk kembali ke Makassar. (d11)











