“Untuk mengenalkan potensi kuliner maka tentunya dibutuhkan narasi dan kreativitas dalam mengembangkan turunan produk. Literasi menjadi penting dimaknai sebagai kemampuan untuk melakukan inovasi dan melahirkan kreasi baru,” jelas Dadang.
Kegiatan ini juga menunjukkan pula semangat dari Pemda untuk meningkatkan literasi di Enrekang. Diketahui bahwa saat ini, kabupaten Enrekang melalui inisiatif DPRD sedang menyiapkan Ranperda terkait penyelengaraan perpustakaan dan gerakan literasi, sehingga ini akan semakin menguatkan komitmen untuk mendukung peningkatan indeks literasi masyarakat.
Hal ini sejalan pula dengan program nasional “Literasi Untuk Kesejahteraan” yang didorong oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui perpustakaan umum di kabupaten.
“Kira diharap berkolaborasi dengan berbagai stakeholder dalam upaya mendorong kesejahteraan masyarakat. Sinergi pengembangan wisata kuliner dan literasi ini tentunya bisa menjadi program kolaboratif dengan memanfaatkan tenant yang tersedia di Anjungan Sungai Mata Allo,” pungkasnya. (D11)











