Wakil Direktur Bidang Pelayanan RS Andi Makkasau Parepare, dr Ibrahim Kasim dalam keterangannya mengatakan, untuk lebih mengoptimalkan sistem laparoskopi tim ahli bedah di RS rujukan itu akan berakselerasi dalam uapnya pengembangan dengan cara pelatihan dan evaluasi.
“Sementara baru ada dua kasus penyakit yang kita kembangkan melalui operasi laparoskopi ini. Insya Allah, kedepan tim ahli bedah melakukan pengembangan lagi hingga ke kasus lainnya seperti kandungan atau pengangkatan kista,” terang Koordinator tim dokter spesialis bedah RS Andi Makkasau Parepare itu.
Ibrahim Kasim menambahkan, hal yang menguntungkan bagi pasien pasca mendapatkan tindakan operasi laparoskopi tak hanya hari rawat yang sedikit, tapi juga pemulihan yang lebih cepat.
“Dengan sistem Laparoskopi ini komplikasi yang biasanya dialami pasien setelah operasi bedah terbuka bisa lebih diminimalisir. Keuntungan lainnya tidak menimbulkan komplikasi bagi pasien,” tutup dr. Ibrahim Kasim.
Sebelumnya, Direktur RS Andi Makkasau Parepare dr. Renny Anggraeny Sari mengungkapkan, menagemen Rumah Sakit memiliki 3 orang dokter spesialis bedah.
Ketiganya siap memberikan pelayanan secara profesional dan maksimal sesuai standar penanganan medis
“Kami memiliki 3 Dokter spesialis bedah yang tentu selalu siap memberikan pelayanan secara profesional, santun dan ramah kepada pasien,” ucap mantan Wakil Direktur I Bidang Pelayanan di RS Andi Makkasau Parepare itu.
Renny mengungkapkan, pihaknya akan terus membenahi serta mengoptimalkan sistem pelayanan melalui berbagai inovasi yang diharapkan dapat menunjang segala bidang menuju pelayanan yang paripurna.
“Atas dukungan pemerintah kota serta seluruh elemen masyarakat, kita akan terus melahirkan inovasi baru demi menuju pelayanan yang paripurna di rumah sakit kita,” ungkap Renny. (D13/dlk/rsudpare)











