PAREPARE, DELIK.ID — Dugaan kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) melalui retrebusi perparkiran kembali ditemukan warga. Kali ini di depan toko penjual alat mobil Aneka Motor.
” Setelah belanja di Aneka motor saya membayar parkir motor Rp. 2.000 pada tukang parkir yang bertugas sore ini. ” Jelas Nurdin, warga Parepare, Sabtu Sore (30/10/2021).
Menurut Nurdin, saat dirinya menanyakan kenapa bayar parkir Rp. 2.000 petugas parkir yang bertugas sabtu sore itu beralasan tidak ada uang kembalian.
” Saya kasi Rp. 10.000 petugas parkir mengembalikan Rp. 8.000 berarti biaya parkir Rp. 2.000 itupun tanpa karcis resmi.” Ungkap Nurdin.











