“Para warga terdampak melakukan evakuasi ke rumah tetangga dan menyebrang ke desa lain. Namun masih ada yang bertahan di rumah masing-masing,” tambah Muckhtar.
Kemudian Muckhtar turut mengungkapkan kebutuhan dalam upaya penanganan banjir.
“Saat ini kondisi cuaca masih mendung dan banjir belum surut. Untuk itu kami membutuhkan tambahan perahu, pelampung serta velbed untuk giat penanganan banjir di Desa ini,” tuturnya.
Sebagai informasi, banjir terjadi di Desa Suka Harapan tepatnya di Desa Harapan, Kecamatan Sukamaju Selatan yang berdampak pada dua dusun, antara lain Dusun Gammara dan Dusun Sukaharapan.
Banjir dengan tinggi muka air (TMA) 20 sampai 50 sentimeter ini merendam ±25 unit rumah, 15 hektar lahan pertanian, 30 hektar lahan sawit, 10 hektar lahan jagung, empat gedung gereja, satu unit kantor Desa, satu unit Sekolah Dasar dan satu unit Taman Kanak-Kanak. Adapun sebanyak ±25 KK terdampak akibat banjir tersebut.
Sementara itu, menurut prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tiga hari ke depan mulai Jumat (6/8) hingga Minggu (8/8), wilayah Provinsi Sulawesi Selatan secara umum didominasi dengan kondisi cuaca berawan. Berdasarkan kajian potensi bahaya melalui inaRISK, Kabupaten Luwu Utara memiliki tingkat potensi bahaya bencana banjir pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada 11 kecamatan.
Melihat potensi bahaya serta prakiraan cuaca tersebut, BNPB kembali mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah berpotensi banjir untuk dapat memantau prakiraan cuaca melalui platform BMKG serta mempersiapkan rencana kesiapsiagaan dan mitigasi dengan membersihkan saluran dan daerah resapan air, melakukan kegiatan susur sungai secara berkala bersama para ahli, melakukan penanaman vegetasi serta mempersiapkan rencana dan lokasi evakuasi yang lebih aman. (D11)
Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan











