BKKBN Enrekang Uji Coba Penggunaan Aplikasi Skrining dan Pendampingan Catin

Dia pun berharap dalam aplikasi nantinya ada fungsi pengawasan sekaligus memberikan fungsi edukasi terhadap calon pengantin.

“Saya berharap di dalam aplikasi ini nantinya dapat memberikan fungsi pengawasan serta edukasi kepada remaja tentang bagaimana menyusun perencanaan yang baik untuk kehidupannya,” harapnya.

Sementara itu, Nofrijal, yang juga Penyuluh KB Ahli Utama menyatakan jumlah remaja Indonesia saat ini ada di angka 30 persen. Itu menjadi tugas besar BKKBN memberikan pemahaman akan bahaya stunting.

“Kita konsen pada saat ini stunting nasional 31 persen, sementara target 2021 secara nasional adalah 14 persen sehingga BKKBN ditunjuk langsung oleh presiden untuk menekan angka stunting tersebut,” katanya.

Uji coba penggunaan aplikasi diikuti pasangan catin 2 pasang per desa/kelurahan, bidan di desa/kelurahan lokus 2 orang, petugas puskemas kecamatan 2 orang, petugas KUA 2 orang, koordinator PKB kecamatan 2 orang, petugas desa/kelurahan 1 orang, Kabid KSPK OPD KB 1 orang, dan Forum Generasi Berencana Enrekang 2 orang

Related posts