Sementara Paslon 02 banyak yang tidak realistis dan terkesan hanya asal buat program terutama konsep pembangunan pariwisata di 12 kepulauan Hinako, pulau Bawa dan Pulau Asu. Ini Membuktikan Paslon 02 tidak memahami konsep Pembangunan pariwisata Kabupaten Nias Barat Sesuai dengan Konsep RIPPARKAB (rencana indeks pembangunan pariwisata Kabupaten) dan KSPPN (kawasan strategis pembangunan pariwisata Nasional) dimana objek wisata di 12 Desa di Kepulauan itu tidak semua memiliki Potensi Pariwisata, tegasnya.
Masih penjelasan beliau “Aneh nya lagi Paslon 02 ini semakin membangun kebohongan dimana Dalam perdebatan itu berkali-kali mengatakan dengan sangat optimis akan menambah penerimaan PTT menjadi Sekuriti Kandang di 105 Desa, dengan peningkatan PTT Ini Akan menambah lapangan kerja baru, sehingga sejumlah tenaga kerja produksi di Nias Barat tidak akan mencari kerja di luar pulau Nias lagi, bahkan bisa menarik tenaga kerja dari luar untuk kembali ke nias barat untuk menjadi Sekuriti Kandang. Menurut beliau bahwa ini pembohong yang luar biasa dan tidak mendasar. Tegasnya.
Di tempat yang Berbeda salah seorang Pakar pertanian di Nias barat IR . Faahakhododo Gulo. Beliau Mengkritisi tentang Pernyataan Paslon ELMAR 02 Kepada Paslon Khenoki Era Era No. Urut 01 Bahwa pernah pasangan calon nomor urut 01 menanam padi di lahan yang kering, Dengan mengklaim bahwa seakan-akan itu tidak bisa, dalam pendapatnya Bapak IR. Faahakhododo Gulo. Menjelaskan’ bahwa sistem pertanian padi ada tiga jenis.
(1) padi ladang/ladang kering (Huma)”nowi ba hili”
(2) Padi Lahan datar/tadah hujan.(gogorancah)”ndaso”
(3) Padi sawah (yg menggunakan irigasi).
Beliau heran selama Ini pasangan calon nomor urut 02 memimpikan kemajuan Pertanian di Nias Barat, padahal mereka belum memahami ketiga jenis pertainan padi ini” padahal semua pertanian Padi sawah di Nias Barat ini tergolong padi gogorancah (tadah hujan) tegasnya. (Yeremia)











