“Tapi UPTD Pasar tidak boleh mengambil langkah sendiri tanpa sepengetahuan Bapak Wali Kota. Jadi saran saya sebaiknya UPTD Pasar segera menghadap Wali Kota, laporkan langkah-langkah yang mau diambil untuk mengatasi masalah tunggakan listrik ini,” saran Rahma.
Kepala UPTD Pasar, Hj Cica Jamaluddin mengaku segera melaporkan kepada Wali Kota kondisi di Pasar Lakessi, dan langkah-langkah yang akan diambil.
“Segera kami laporkan kepada Bapak Wali Kota. Kami juga akan turun bersama PLN mensosialisasikan kepada warga pasar terkait masalah tunggakan listrik ini, dan langkah-langkah yang akan diambil,” kata Cica.
Selain soal perlunya pembatas daya listrik di setiap los, kios, dan toko pedagang, salah satu solusi lainnya yang didukung oleh pedagang adalah diterapkannya sistem voucher (stoken) listrik di setiap los, kios, dan toko.
Cara itu dinilai efektif mencegah kebocoran listrik dan tidak ada lagi tunggakan pembayaran listrik di Pasar Lakessi. Hanya saja dengan cara itu, butuh proses untuk pelepasan aset daerah berupa meteran dan instalasi listrik di setiap los, kios, dan toko.
Saat ini di Pasar Semi Modern Lakessi, terdata 2038 pedagang, namun hanya sekitar 400 sampai 500 yang aktif. (k13)











