Penanganan Kemiskinan akan Lebih Terarah dan Terpadu

TANJUNG SELOR – Tren angka kemiskinan di Indonesia terus menurun hingga menyentuh di bawah level 1 digit sebesar 9,82 persen per Maret 2018, dan 9,66 persen per September 2018. Di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sendiri, dari total jumlah penduduk yang ada di Kaltara, per September 2019 turun menjadi 6,49 persen dan enam bulan sebelumnya yakni 6,63 persen.

Ini artinya, data yang ada mencerminkan bahwa pemerintah baik pusat maupun daerah mampu memberikan stimulus program dan kebijakan yang tepat. Demikian disampaikan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Suriansyah yang mewakili Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Bantuan Sosial Tingkat Provinsi Kaltara, dan Sosialisasi Perencanaan Program Tahun 2020 serta Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung Tahun Akademink 2020/2021 di Grand Pangeran Khar, Rabu (26/2).

Dijelaskan Sekprov, penanganan kemiskinan merupakan upaya yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah. Baik itu dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan serta fasilitasi untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap warga.

Related posts