SIDRAP, DELIK.ID—Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mematangkan inovasi layanan kependudukan berbasis digital ALAKO (Aplikasi Layanan Kependudukan Online).
ALAKO dipersiapkan untuk menghadapi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) PRO 2026 Tematik. Kompetisi tersebut diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
Persiapan dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sidrap, Selasa (15/9/2026), di ruang rapat kantor Bapperida.
Bapperida memberikan pendampingan kepada tim inovasi ALAKO. Pendampingan juga melibatkan operator ALAKO di desa/kelurahan, rumah sakit, dan puskesmas.
Kepala Bapperida Sidrap, Herwin, mengatakan ALAKO diikutsertakan dalam KIPP PRO 2026 karena memiliki unsur kebaruan dan dampak nyata bagi masyarakat.
“ALAKO kami ikutsertakan karena memiliki unsur kebaruan dan dampak yang nyata bagi masyarakat. Selain itu, inovasi ini sangat relevan dengan tema KIPP tahun ini, yaitu Pelayanan Inklusif pada Fase Kelahiran,” jelas Herwin.
Ia menegaskan, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut bukan semata untuk mengejar prestasi. Momentum ini juga digunakan untuk memastikan inovasi terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Keikutsertaan kita tidak hanya fokus pada lomba, tetapi yang paling penting adalah bagaimana inovasi ini terus memberikan dampak dan manfaat kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, inisiator ALAKO, Harun Zainuddin, menjelaskan ALAKO hadir untuk mengatasi keterbatasan akses masyarakat terhadap pelayanan administrasi kependudukan.
“ALAKO hadir untuk mengatasi keterbatasan akses masyarakat terhadap pelayanan administrasi kependudukan melalui layanan berbasis web dan mobile. Dengan inovasi ini, masyarakat dapat memperoleh akses layanan dengan lebih mudah dan cepat,” ungkap Harun.
Koordinator Pendamping Inovasi Bapperida, Muhammad Ammar, turut memberikan pendampingan teknis. Ia menjelaskan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunan proposal inovasi.
Aspek tersebut meliputi latar belakang, dampak inovasi, dan strategi keberlanjutan. Tim juga diarahkan untuk menyiapkan evidence atau bukti pendukung. Bukti tersebut diperlukan untuk memperkuat substansi proposal terutama dalam menunjukkan manfaat dan dampak ALAKO bagi masyarakat.
Pendampingan turut dihadiri operator ALAKO dari sejumlah titik layanan. Di antaranya Desa Lise, Kelurahan Kadidi, Puskesmas Amparita, Puskesmas Dongi, serta RSUD Nene Mallomo.
Keterlibatan para operator menjadi bagian penting dalam persiapan ALAKO. Mereka juga memberikan gambaran pelaksanaan inovasi di lapangan.
Melalui layanan tersebut, ALAKO diharapkan terus mendekatkan akses pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. (*)
