PAREPARE, DELIK.ID—Penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 di Kota Parepare baru mencapai 37 persen dari total target sebanyak 303 ton. Bulog Cabang Parepare pun terus mempercepat penyaluran agar seluruh bantuan dapat tersalurkan sebelum batas waktu 30 September 2026.
Wakil Pemimpin Cabang (Waka Pincab) Bulog Parepare, Fajrin Ardinata, mengatakan penyaluran saat ini telah menyasar dua kecamatan, yakni Bacukiki Barat dan Soreang.
Selanjutnya, penyaluran akan dilanjutkan ke Kecamatan Bacukiki dan Ujung. Bulog berharap distribusi di dua kecamatan tersebut dapat mendorong peningkatan realisasi secara keseluruhan.
“Semoga penyaluran di Kecamatan Ujung dan Bacukiki bisa segera mendongkrak persentase realisasi secara keseluruhan,” ujar Fajrin, Senin (14/9/2026).
Meski proses distribusi terus berjalan, Bulog masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satu persoalan yang disebut Fajrin adalah sinkronisasi data penerima bantuan.
Menurutnya, data agregat yang diturunkan pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) maupun BPS Pusat terkadang belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan. Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria.
Kendati demikian, Fajrin memastikan penyaluran bantuan pangan tetap berjalan aman dan sesuai ketentuan. Pelaksanaan distribusi mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Untuk mengantisipasi persoalan data pada periode berikutnya, yakni Oktober, November, dan Desember 2026, Bulog mendorong pemerintah kelurahan di empat kecamatan untuk mulai melakukan pembenahan dan pembaruan data penerima manfaat.
“Ini menjadi PR kita bersama. Kelurahan perlu memperbarui data warga yang seharusnya masuk dalam Desil 1 hingga 4 agar tidak menimbulkan gejolak atau riak di masyarakat,” tegasnya.
Bulog Cabang Parepare menargetkan seluruh bantuan pangan untuk alokasi Juli hingga September 2026 dapat dirampungkan pada 30 September. Penyelesaian penyaluran tersebut dinilai penting agar Bulog dapat segera mempersiapkan ketersediaan stok komoditas bantuan pangan untuk memenuhi kebutuhan distribusi pada periode selanjutnya. (*)
